Aug 14, 2009

Titanic erat dengan Freud

Film Titanic yang menceritakan tentang sebuah kapal besar dan kokoh yang menjadi satu-satunya kapal terbesar pada zamannya ternyata tak sekokoh seperti namanya. Tenggelam dalam lautan atlantik dan menenggelamkan serta orang-orang yang mengagumi kebesarannya. Teori Freud mengenai pembagian diri manusia menjadi tiga “ instansi “ yaitu Id, Ego dan Superego. Id adalah lapisan psikis yang paling mendasar dan merupakan kawasan dimana Eros dan Thanatos berkuasa. Eros adalah energi psikis yang konstruktif, sedangkan Thanatos adalah energi psikis yang bersifat destruktif. Ego ( aku ) adalah bagian dari Id yang melindungi individu dari dorongan luar. Dan Superego adalah introyeksi norma-norma eksternal, larangan tokoh dominan, hukum yang secara tanpa ampun dihujamkan ke Ego dan dijadikan miliknya. Dalam film Titanic, instansi yang disebutkan oleh Freud terlihat jelas yaitu Id yang berupa Thanatos diwujudkan sebagai kehidupan glamor Rose yang selalu membuat dirinya “ terkikis “ sehingga membuatnya untuk melakukan bunuh diri dengan cara melompat ke dalam samudra namun usaha bunuh diri itu tergagalkan karena Eros yang membantunya untuk kembali membangun hidup dan menghargai kehidupan itu sendiri.


Eros diwujudkan sebagai sosok Jack Dawson, golongan bawah yang memiliki pengetahuan dan ketampanan yang tidak “ bawah “. Wujud Konkret dari Eros adalah seksualitas dalam bentuk libido. Hal ini tergambar pada adegan awal dimana Jack berdiri pada ujung kapal dan berteriak “ I’m the king of the world “ dengan disambung shot mesin-mesin besar penggerak kapal yang bergerak dari atas ke bawah serta kemudian di sambung dengan shot lumba-lumba berenang-renang. Ketiga hal tersebut mewakili dari sebuah kegiatan seksual dengan penjelasan mesin-mesin mewakili phallus, lumba-lumba mewakili sperma dan teriakan Jack sebagai pencirian dari pencapaian titik klimaks kegiatan seksual. Mulai saat itu Jack sangat semangat untuk merasa lebih hidup karena ternyata ia bertemu Rose yang sangat berbeda dari kebanyakan gadis kalangan borjuis. Thanatos diwakili oleh perkataan Rose kepada Jack bahwa Ia seolah-olah berada di tengah keramaian namun hatinya menjerit – karena Rose merasa tidak dihargai dalam berpendapat-. Kehidupan Glamor membuat Rose ingin cepat-cepat meninggalkan kehidupannya. Ego Rose tidak kokoh karena dorongan yang berasal dari dalam dan luar lebih kuat dibandingkan kekuatannya. Namun seiring perjalanan cerita layaknya film Hollywood yang selalu memanjakan penonton dengan buaian impian keindahan maka Ego Rose akan berkembang menuju arah ke kokohan yang lebih dari pada awal terbangunnya cerita. “…it is a ship of everyone’s dream but for me it is a ship of slave..” perkataan ini merujuk pada Titanic hanyalah sebuah hal yang sebenarnya merusak ego seseorang. Kata Slave yang berarti budak mengacu pada keadaan dimana ego tidak dapat berkuasa, yang berkuasa adalah hal yang membantu untuk melangsungkan kehidupan yang sementara ini.


Superego , terdengar begitu ringan namun terasa berat karena superego bersifat membatasi, memerintah dengan ego sebagai si penentu keputusan yang diberi oleh superego. Cal Hockey dan Ibu dari Rose adalah Superego terkuat dalam kehidupan Rose karena mereka berdualah yang terkesan mengatur kehidupan Rose. Rose hanya mengikuti kemana arah superego mengatur karena kembali lagi saya katakan bahwa Ego Rose tidak kokoh. Sehingga dengan mudah Rose terbawa ke arah kerapuhan diri. Cal Hockey merupakan tunangan dari Rose yang memiliki kuasa atas kehidupan Rose akibat keadaan perekonomian keluarga Rose dan Ibunya yang berangsur-angsur menipis setelah sepeninggal ayah Rose. Ibu Rose adalah sosok orang yang tidak ingin jatuh miskin karena ia memiliki Id yang sangat besar dan berakibat keinginan akan hidup dalam hedonisme sangat besar. Keadaan ini digambarkan oleh James Cameron dalam sebuah scene dimana Rose dan ibunya berada dalam sebuah kamar saat Rose akan memasang korset pada tubuhnya. Korset bagi sebgaian wanita adalah benda penolong keindahan tubuh , namun bagi sebagian wanita di luar sana hanyalah sebagai penyiksa tubuh demi sebuah keindahan akan pencapaian kesempurnaan diri. Dalam hal ini, korset mewakili sikap pengekangan superego terhadap perkembangan diri Rose. Sehingga membuat Rose harus mengikuti peraturan kaum wanita borjuis untuk menjaga sikap dan cenderung mengakibatkan meniadakan kebebasan. Beberapa kali dalam scene yang berbeda, Rose selalu duduk ddalam keadaan punggung yang tegak dan tidak bersandar pada kursi, menjaga pandangan mata agar tidak sejajar dengan lawan bicara tetapi dengan sedikit di naikkan sehingga menciptakan tatapan mata yang terkesan memandang ke bawah pada saat berbicara dengan lawan bicara serta gesture tubuh yang terlihat kaku. Superego yang berupa Ibu dan Cal adalah simbolisasi dari Maternal ( ibu ) dan Paternal ( Cal ). Namun unsure Paternal sangat dominan, berulang kali kegiatan yang Rose lakukan dibatasi oleh Cal dan Rose hanya menerimanya saja karena sebenarnya ia mencari figure ayah yang fisik dan dengan adanya Cal, Ibu dari Rose juga mendambakan figure ayah fisik dengan jalan memberikan anaknya untuk dinikahi oleh Cal agar Ia dapat berada dalam kehidupan yang sama sperti yang sedang ia jalani.


Hal berikutnya adalah kecemasan ( anxiety ) yang dialami oleh Rose karena Ia tidak pernah bisa untuk melampiaskan jiwa seni yang dimilikinya. Rose digambarkan sebagai seorang wanita yang mempunyai minat seni yang tinggi khususnya pada lukisan – terlihat pada adegan awal, saat Rose memilih-milih lukisan yang akan di pajagn dalam kamarnya – namun keinginan ini terbendung akibat penilaian remeh Cal terhadap seni khususnya lukisan. Sampai pada akhirnya Rose bertemu Jack yang secara kebetulan memiliki kemampuan untuk melukis wanita dengan sangat baik sehingga membuat Rose merasa sangat tertarik karena ia bertemu orang yang memiliki minat yang sama. Akibat “ bendungan “ yang terus-menerus terepresi, Rose membalas represi itu dengan cara ia minta dilukis oleh Jack tanpa busana seperti model yang menjadi objek sketsa Jack. Setelah itu, Rose seakan-akan menemukan Egonya kembali dan memutuskan untuk lebih meilih Jack dari pada Cal karena Jack adalah seseorang yang membuatnya lebih menghargai hidup. Bagi Rose, Jack merupakan Eros yang hidup dan membuatnya mengetahui apa yang tidak ia ketahui. Adegan perubahan kepribadian Rose dari kekakuan hidup menjadi lebih fleksibel ditandai oleh tarian dengan irama musik Scotland serta tarian talk shoes yang belum pernah Rose lakukan sebelumnya dengan sebebas itu, kemudian mereka berputar 360 derajat. Perputaran Rose dan Jack menandai perubahan kehidupan yang akan dialami oleh Rose dengan bantuan Jack untuk sebuah kebebasan dari keterkaitan norma kaum kelas atas yang selalu menjaga sikap padahal itu justru membunuh kepribadian mereka. Kecemasan-kecemasan itu mberdampak pada gesture tubuh Rose ketika disinggung kehidupan pribadinya oleh Jack pada awal cerita. Rose selalu berusaha ingin menghindar ketika Jack menanyakan hal yang termudah seperti pada saat Jack bertanya apakah Rose mencintai Cal atau tidak, Rose tersinggung dan langsung marah dan berniat mengakhiri percakapan mereka. Tetapi Pada saat Rose menjabat tangan Jack, seakan-akan ada suatu kekeuatan yang tidak ingin Rose lepaskan dari Jack. Hal tersebut dikarenakan tidak pernah ada yang menanyakan apa yang ia rasakan sesungguhnya, selama ini Rose hanya dipaksa untuk mencintai harta Cal dengan dalih mencintai Cal secara fisik dan emosi.


Penggambaran kekuasaan lelaki sangat dominan dalam Titanic, seperti pada saat Rose sedang menyalakan sebatang rokok. Cal mencabut rokok itu dari Rose, saya mengatakannya sebagai perampasan hak bertindak seorang wanita dan unsure paternal lah yang merampasnya. Gunung es yang tertabrak oleh titanic sehingga membuat kebocoran di lambung kapal dan pada akhirnya terjadi tragedy tenggelamnya kapal yang diprediksi tidak akan pernah bisa tenggelam, gunung es adalah penggambaran dari payudara wanita dan mewakilkan bahwa kelemahan laki-laki itu ada pada daya tarik fisik wanita. Begitu pula dengan film ini, pada initinya adalah permasalahan perebutan cinta Rose antara Jack dan Cal yang bertarung secara dingin untuk meraih perhatian Rose. Kalung the heart of the ocean yang merupakan berlian berwarna biru langka itu adalah pencerminan dari perebutan cinta Rose. Kalung itu telah berpindah-pindah tangan, namun pada akhirnya ada pada Rose. Adegan ini menunjukkan bahwa Rose telah menentukan pilihannya untuk tidak berada pada Cal dan lebih memilih Jack untuk menjadi pemenang hatinya dan diperlihatkan dengan Rose memakai nama Dawson sebagai nama belakangnya yang merupakan nama keluarga dari Jack. Alam tidak sadar Rose telah mengalami tekanan yang luar biasa akibat paksaan keinginan Ibu dan Cal yang membuat Rose dengan terpaksa mengikuti seluruh apa yang ditujukan kepadanya tanpa meminta persetujuan Rose terlebih dahulu pakah ia mau menerima keingianan tidak sadar Ibunya untuk merengkuh kemewahan yang lebih. Alam sadar Rose tidak merasa bahwa apa yang hadapai adalah sebuah repressi bagi alam tidak sadarnya namun hanya sebagian kecil hal dari repressi itu yang iaa sadari dan setelah bertemu dengan Jack alam tidak sadar mencuat ke alam sadar dan Rose mensublim dengan cara mengikuti “ perjalanan “ seni kelas bawah Jack dengan mengikuti tarian dan Rose minta untuk di sketsa tubuh indahnya. Rose adalah pihak yang diserang secara habis-habisan Ego dan alam tidak sadarnya dengan melebihkan Id sehingga seakan-akan Rose bahagia berada pada bagian kehidupan yang merepressi dirinya dan hal itu juga membuat ego Rose terkikis secara cepat.

No comments:

Post a Comment