Film Slumdog Millionaire merupakan film peraih 8 piala Oscar pada tahun 2009. Sebuah Film karya Danny Boyle yang mengangkat kehidupan masyarakat Mumbai, India. Slumdog Millionaire bercerita tentang Jamal Malik, seorang anak yatim piatu yang berasal dari daerah kumuh di Mumbai. Jamal mengikuti sebuah acara “ Who Wants to be a Millionaire?” yang sangat ternama. Sesungguhnya Jamal hanya ingin bertemu dengan Latika – gadis yang Ia cintai – karena Latika selalu menonton acara tersebut. Permasalahan timbul ketika si pembawa acara menaruh curiga pada Jamal, Ia menggunakan jasa orang lain untuk memberikan jawaban yang benar padanya. Karena Jamal selalu dapat menjawab dengan tepat segala pertanyaan yang diajukan. Kecurigaan si pembawa acara semakin meningkat ketika Jamal melampaui batas aman ketiga yaitu 16 Rupee. Pada batas aman ketiga ini, bahkan Profesor sekalipun belum pernah ada yang melampauinya.
Film ini disuguhkan begitu menarik dengan banyak menggunakan flashback untuk mengungkap informasi. Pada saat Jamal dihadapkan pada pertanyaan, Ia akan berusaha mencari jawabannya dalam masa lalunya dengan cara mengingat peristiwa demi peristiwa yang ia lalui selama ini. Dan Jamal selalu dapat menjawab dengan tepat, namun si pembawa acara meremehkan kemampuan Jamal. Pada pertanyaan terakhir, kecurigaan si pembawa acara makin memuncak dan ternyata waktu yang di sediakan telah habis, maka acara dilanjutkan esok hari. Karena si pembawa acara amat mencurigai Jamal, Ia menuduh Jamal bertindak curang dan Ia menyuruh kepolisian Mumbai untuk mengecek Jamal. Setelah mengalami penyiksaan dan interogasi yang cukup ketat, Polisi tidak dapat membuktikan bahwa Jamal bertindak curang. Akhirnya Jamal kembali diikutkan ke dalam acara “ Who Wants To Be a Millionaire “.
Cerita tidak begitu saja berakhir, Jamal ternyata tidak dapat menjawab pertanyaan tentang tokoh the three musketeer. Pilihan bantuan yang tersisa adalah phone a friend, Jamal mengambil bantuan itu untuk mendapatkan jawaban. Salim merupakan satu-satunya keluarga yang dimiliki Jamal dan satu-satunya orang yang Ia hubungi. Pada saat yang bersamaan,ternyata telepon genggam Salim diberikan kepada Latika yang tersiksa menjadi istri seorang Boss dimana Salim bekerja padanya. Karena Salim melihat Latika mempunyai keinginan terpendam bertemu Jamal, maka Salim pun membantunya untuk pergi dari tempat Sang Boss. Tepat pada saat pihak kuis menghubungi telepon genggam Salim, Latika pun mengangkat tanpa sebuah jawaban karena Ia tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tentang tokoh the three musketeer itu. Dengan kepercayaan diri dan keteguhan hati, Jamal menjawab pertanyaan tersebut dengan resiko kehilangan uang yang sudah ia capai. Film memang banyak sekali terdapat “ kebetulan “, hal itu terjadi pula dalam Slumdog Millionaire. Jawaban Jamal atas pertanyaan tentang tokoh yang ketiga dalam cerita the three musketeer ternyata benar dan Jamal adalah orang pertama yang berhasil meraih hadiah 20 juta Rupee. Tujuan awal Jamal untuk bertemu dan Latika pun dapat terlaksana ketika Jamal kembali menunggu Latika di peron sesuai janji Jamal yang akan selalu menunggu Latika di peron. Film ini pun berakhir happy ending.
Dalam melihat film ini, banyak unsur-unsur yang mirip dengan latar belakang Marx dalam menghasilkan ideologinya. Slumdog Millionaire mengangakat permasalahan yang sering terlupakan muncul kepermukaan. Dalam film ini, si pembuat film menyatakan sebuah quotation yaitu Destiny is written. Quotation itu akan membantu dalam penjabaran mengenai kehidupan seorang Marx yang tersirat dalam kehidupan Jamal Malik. Marx adalah seorang filusuf yang terpengaruh dengan teori materialisme dan teori revolusi perjuangan kelas bawah. Film ini membahas tentang dua hal tersebut, kaum borjuis yang dapat seenaknya bertindak terhadap kaum bawah dengan topeng materi dan perjuangan kaum bawah yang “ menuntut” persamaan hak. Pembahasan kali ini akan di mulai dari awal film Slumdog Millionaire agar jelas apa yang disampaikan oleh si pembuat film. Setting film ini mengambil setting Mumbai tahun 2006 dan acara who wants to be a millionaire dipilih karena acara ini merupakan acara yang selalu ditonton oleh warga India pada saat itu atau dalam kata lain rating who wants to be a millionaire sedang naik. Hal ini dipilih karena pada tahun itu keadaan ekonomi India mengalami pasang surut sehingga memberi dampak psikologis bagi warga India untuk mencari jalan singkat mendapatkan uang demi kelangsungan hidup. Sehingga acara who wants to be a millionaire mendapat perhatian lebih oleh masyarakat India karena cara ini menawarkan uang dengan jumlah yang sangat besar tanpa harus bersusah payah menggunakan kekuatan fisik.
Berikutnya adalah tokoh Amitabh Bachan yang merupakan tokoh kenamaan di India, Ia telah memerankan banyak film India. Amitabh Bachan bisa dikatakan sebagai tokoh pujaan masyarakat India kebanyakan. Mereka memiliki anggapan bahwa ketenaran dapat dengan mudah mendatangkan kekayaan dan kemakmuran. Saat Jamal mendengar berita bahwa Amitabh Bachan akan datang ke daerah kumuh mereka, Ia sedang berada di sebuah toilet yang terbuat dari bilik kayu di pinggir sebuah kali. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pihak-pihak yang tidak peduli akan kebersihan dan kesehatan. Kehidupan Marx tercermin pada saat Jamal dan Salim yang beragama Islam harus kabur dari serangan orang-orang yang beragama hindu. Perang agama seperti itu juga pernah di alami oleh Marx ketika ayahnya yang beragama Yahudi harus pindah ke agama Kristen Protestan karena pada saat itu kaum Kristen mengejar-ngejar kaum Yahudi. Marx mengalami sendiri bagaimana para penganut agama saling menindas satu sama lain sehingga Marx dan keluarganya harus pindah agama demi menghindari penindasan. Namun dalam film ini agar tidak mempengaruhi iman seseorang maka pada saat kaum agama Islam dikejar oleh kaum agama Hindu, Jamal dan Salim berlari untuk menghindari kejaran para orang-orang yang berbuat anarki. Sebuah simbolisasi yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki pilihan dalam menentukan jalan hidupnya adalah pada saat Jamal dan Salim berada di sebuah persimpangan gang sempit, tiba-tiba muncul sosok Dewa Rama yang berada di gang buntu pada sebelah kiri. Pada adegan itu seolah-olah Jamal dan Salim harus memilih agama apa yang akan ia pilih, jalan lurus ke depan adalah agama Islam yang Ia percayai dengan resiko banyak kaum hindu yang mengejar ataukah agama Hindu yang bisa menyesatkan mereka – disimbolkan dengan gang buntu -. Sedangkan dalam kehidupan Marx, Ia terlihat trauma akan keluarganya yang harus pindah agama agar mendapatkan sebuah keamanan hidup sehingga pada masa dewasanya Marx berusaha mencari keyakinan yang dapat membuatnya merasa aman tanpa rasa khawatir akan ketidaknyamanan. Kisah Jamal dan Salim yang kini harus kehilangan kedua orang tuanya akibat peperangan agama itu membuat mereka harus memilih pekerjaan untuk kelangsungan hidup mereka. Hal ini pun terdapat dalam kehidupan Marx. Pada masa SMA, Marx menulis sebuah makalah yang membahas mengenai bagaimana orang memilih pekerjaan. Dalam urusan percintaan, dikisahkan dalam film ini Jamal sangat setia menanti Latika yang menjadi kembang di sebuah hiburan malam. Begitu pula dengan Karl Marx, Ia jatuh cinta pada Jenny Von Westphalen yang merupakan gadis tercantik kota Trier. Dari sekelumit pembahasan di atas terlihat banyak kemiripan anatara kehidupan Marx dengan kehidupan Jamal di film Slumdog Millionaire. Bisa diperkirakan bahwa akan banyak terdapat point-point kehidupan /marx yang tercermin dalam film ini, berikut pembahasannya lebih lanjut. Marx merupakah salah satu tokoh yang mendukung kaum buruh, lagi-lagi dalam film ini terdapat adegan dimana Jamal yang mewakili kaum buruh dapat menjatuhkan kaum borjuis yang diwakili oleh polisi yang menguji pengetahuan Jamal. Percakapan yang mengisyaratkan bahwa kaum buruh pun juga mempunyai pengetahuan lebih yaitu ketika Jamal menanyakan berapa harga roti saat ini, polisi mengatakan bahwa harganya 10 rupee. Jamal mengatakan bahwa harga Roti naik setelah Bivali – suatu perayaan kebudayaan India-. Jelas tergambar bahwa kaum borjuis hanya mengetahui hal-hal yang terekspos oleh media cetak saja, khusunya Koran. Pada masa Marx, Koran sudah menjadi budaya baru kaum Borjuis sehingga mereka tidak perlu susah payah mencari informasi tentang peristiwa apa yang sedang happening. Hanya dengan Koran yang mereka baca tiap pagi hari, mereka memperoleh informasi dengan mudah karena mesin cetak telah ditemukan pada masa itu. India merupakan negara dengan jumlah penduduk yang cukup padat dengan angka kelahiran yang tinggi tiap tahunnya sehingga keluarga dari golongan kebawah tidak dapat memberikan pendidikan yang layak serta banyak anak-anak yang terlantar dan mereka harus turun ke jalan untuk membantu kehidupan keluarga. Dan dari situ banyak terdapat orang-orang tak bermoral memanfaatkan anak-anak yang tak berdaya untuk dijadikan gelandangan, pengemis yang berpotensial dengan dalih kasih sayang dan perlindungan. Dengan mental anak-anak kelas bawah yang mudah terlarut dalam bujuk rayuan dengan dalih kasih sayang, mereka seolah-olah menemukan sosok hero dan merasa telah lepas dari tekanan kehidupan sehingga dampaknya terletak pada psikologis mereka yang merasa dapat melakukan sebuah penindasan terhadap kaum lemah.
Dalam film ini di tunjukkan pada tokoh Salim yang berlagak sok kuasa terhadap teman-teman jalanannya yang sama-sama mendapatkan perlindungan dari the fake hero. Marx merupakan seseorang yang berasal dari keluarga yang menganut saint-simonian yaitu menentang akibat buruk dari kapitalisme dan menganjurkan system masyarakat yang bebas penindasan melalui emansipasi kelas proletar. Di film ini digambarkan, Salim yang menjadi kaki tangan Boss gelandangan tidak terima apabila temannya harus kehilangan mata demi mencari uang terlebih akan terjadi pada adik kandungnya – Jamal -, maka dari itu Ia bersama Jamal dan Latika yang akan menjadi korban selanjutnya untuk lari dari markas gelandangan itu. Tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh anak di bawah umur pun sempat menjadi kasus yang mewabah di India. Dengan tingkat ekonomi India yang terbilang tidak berada di atas, India lantas tidak membiarkannya saja. India memanfaatkan keeksotisannya berupa Taj Mahal yang terkenal, para turis asing dapat mengisi pundi-pundi perekonomian India. Entah film ini yang diproduksi oleh pihak Hollywood atau memang ini sebuah realitas di India, saat seorang supir yang mengantarkan dua orang turis Amerika menghantam wajah Jamal yang pada saat itu menjadi guide karena tuduhan pencurian berkelompok terhadap asesoris mobil pada saat mereka bersama-sama meninggalkan mobil itu. Sang turis melerai dan memberikan keamanan pada Jamal lalu memberi uang kepada Jamal agar menempuh jalan perdamaian. Hal ini bisa memiliki dua pengertian, yang pertama kaum Amerika adalah kaum yang tidak mau ambil pusing dan uang adalah sebuah jalan akhir. Yang kedua yaitu Amerika seolah-olah menjadi kaum yang memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi bangsa lain. Alasan yang kedua dapat menciptakan image Amerika lebih baik dalam menghadapi perdagangan bebas tahun 2010 nanti. Tak tik pihak Amerika tidak habis sampai disitu, dalam suatu adegan ketika Jamal dan Salim tidur di suatu tempat pembuangan sampah, si Boss gelandangan datang dengan membawa dua minuman soda yang kita ketahui dari kemasannya adalah coca cola. Coca cola atau minuman bersoda lainnya adalah budaya western khusunya Amerika. Scene itu seakan-akan berbicara “ Amerika dapat membebaskan kalian dari kehausan di tengah panasnya dunia” dengan kata lain, Amerika lagi-lagi dapat memberikan kenyamanan. Setelah masa revolusi Perancis, kaum buruh harus menjadi tulang punggung revolusi akibat dari kaum borjuis mengkhianati kaum buruh. Dalam film ini jelas tergambar pada saat Salim menjadi kaki tangan Boss gelandangan, pada awalnya si Boss berjanji akan menjadi pelindung namun ternyata di balik sikap melindungi itu terdapat rencana yang sangat tak bermoral. Pada saat Salim dan Jamal telah remaja, Jamal ingin mencari keberadaan Latika yang sempat terpisah dengannya. Ternyata Latika akan dijual keperawanannya oleh Boss gelandangan kepada bos kaya. Saat Salim menembak mati si Boss gelandangan, Salim mendatangi Javed yaitu seseorang yang menyuruh Salim untuk membunuh si Boss gelandangan yang pada awalnya merupakan rekan bisnisnya. Hal ini terjadi pada tahun 1830, ketika pemerintahan monarkis- konstusional memberikan kebebasan pada kaum borjuis. Kaum borjuis merasa lemah sehingga berhadapan dengan bahaya kaum feodal. Akhirnya Kaum borjuis memilih untuk bekerja sama dengan kaum feodal yang tadinya dilawan mati-matian. Akhir dari cerita Slumdog Millionaire adalah Jamal yang berhasil menjawab siapakah tokoh ketiga dari the three musketeer. Hal ini bukanlah sekedar sebuah materi sebuah film, melainkan sebuah simbolisme suatu kaum yang berperang untuk menegakkan kemenangan. Sebenarnya the three musketeer adalah sebuah kisah tentang perjuangan kaum monarkis yang berperang untuk menegakkan kerajaan Perancis. Pada masa itu ketika revolusi yang didukung oleh kaum buruh tidak memberikan perubahan nasib pada mereka tetapi malah memberikan perubahan bagi kaum borjuis. Maka dari itu, kaum Monarkis tidak tinggal diam karena pada revolusi perancis, keum borjuis menggulingkan kaum monarkis. Dalam Slumdog Millionaire, Jamal berusaha merebut kemenangan walaupun dalam “penindasan “ si pembawa acara yang telah memberi tuduhan pada dirinya berbuat curang dan si pembawa acara berusaha menggulingkan Jamal dari acara tersebut dengan cara memberi jawaban yang salah pada salah satu pertanyaan yang membuat Jamal bingung. Salah satu kehidupan hura-hura Marx tergambar dari perkataan Javed - woman and money -. Kehidupan dalam berfoya-foya pernah dirasakan Marx pada masa mudanya. Namun Marx bukanlah tipe orang yang tergiur akan kemilau kebahagian tetapi ia mencari makana dari setiap kehidupan yang ia lewati.
No comments:
Post a Comment